Top investigasi |Rokan Hilir — Liga Pemuda Mahasiswa Peduli Daerah (LPMD) Kabupaten Rokan Hilir akan menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa, 28 April 2026, sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah pada Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohil masa bakti 2022–2027.
Aksi yang akan dimulai pukul 09.00 WIB ini direncanakan dengan titik kumpul di Taman Budaya Batu 6 dan dilanjutkan menuju Kantor Kejaksaan Negeri Rokan Hilir. Kegiatan ini mengusung isu utama transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana hibah, serta penolakan terhadap praktik laporan fiktif dan mark-up anggaran.
Muhammad Farhan, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda terhadap pengelolaan keuangan daerah.
“Kami mendesak Kejari Rohil untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan penyimpangan dana hibah LAM Rohil. Jika terbukti, maka harus ditegakkan hukum secara tegas tanpa tebang pilih,” ujar Farhan.
Ia juga menambahkan bahwa LPMD mendorong dilakukannya audit investigatif secara menyeluruh, serta meminta agar seluruh pihak yang diduga terlibat dapat dipanggil dan diperiksa sesuai hukum yang berlaku.
Dalam tuntutannya, LPMD juga meminta keterbukaan laporan penggunaan dana hibah kepada publik, serta mendesak pemerintah daerah untuk mengevaluasi bahkan menghentikan sementara pencairan dana hibah apabila ditemukan indikasi penyimpangan.
Selain itu, LPMD meminta agar Kejaksaan Negeri Rokan Hilir menyampaikan perkembangan penanganan kasus ini secara transparan kepada masyarakat.
“Aksi ini adalah bentuk kontrol sosial. Uang rakyat bukan untuk dimanipulasi. Kami tidak butuh janji, kami butuh keadilan,” tegas Farhan.
LPMD memastikan aksi akan berjalan secara damai dan tertib, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal proses penegakan hukum demi terciptanya pemerintahan yang bersih di Kabupaten Rokan Hilir.
Aksi ini juga mengangkat semangat gerakan: “Stop laporan fiktif dan mark-up anggaran” serta “Rohil butuh transparansi, lawan korupsi.”
